Asal-usul menurut berbagai mitologi.
Mitologi Bugis :
Dikenal sebagai La Toge Langi' yang diutus oleh Sang Patotoqe dan Datu Palingeq untuk membimbing manusia di bumi. Dalam kisah I La Galigo, ia adalah putra dari Dewi Saung Nriuq dan selirnya, yang melahirkan Batara Lattuq, ayah dari Sawerigading.
Mitologi Jawa dan Bali :
Diciptakan oleh Sang Hyang Tunggal dari cahaya yang gemerlapan, bersama dengan kakaknya, Ismaya (Semar) dan Antaga (Togog). Ia adalah dewa tertinggi yang memerintah Suryalaya dan memiliki istri Dewi Uma.
Ciri-ciri Batara Guru : Empat lengan: Ia memiliki empat lengan, karena tergelak melihat manusia yang tertutup bajunya saat sembahyang, dan karena itu ia dikutuk menjadi berlengan empat. Berlingkar: Ia juga memiliki cacat fisik berlingkar, karena pernah minum air dari telaga beracun. Berdahan empat: Ia juga memiliki cacat fisik berlengan empat, yang karena tergelak melihat manusia yang menutup tubuhnya, dan karena itu ia dikutuk menjadi berlengan empat. Lengan empat: Ia juga memiliki cacat fisik berlengan empat, karena ia tergelak saat melihat manusia yang tertutup bajunya saat sembahyang
Peranan Batara Guru : Dewa tertinggi: Ia adalah dewa tertinggi dalam mitologi Hindu Jawa dan Bali, yang memerintah kahyangan dan dikenal sebagai guru sejati. Figur spiritual: Dalam mitologi Bugis, ia diyakini sebagai leluhur orang Bugis yang kehadirannya diceritakan dalam I La Galigo. Tokoh pewayangan: Ia sering muncul dalam lakon pewayangan Jawa sebagai dewa yang memerintah tiga dunia. Pencipta: Dalam mitologi Sumatra, ia adalah sosok pertama, pencipta bumi, dan leluhur umat manusia.
Bathara Guru mempunyai banyak anak di antaranya adalah Bathara Sambo, Bathara Brama, Bathara Indra, Batjara Bayu, Bathara Wisnu, Bathara Kala, Bathara Sakra, Batjara Asmara, Bathara Mahadewa, dan Anoman.
Demikian postingan tentang tokoh pewayangan, asal - usul batara guru, semoga menambah ilmu pengetahuan

Selamat Datang di Treat News.